3X Terbang Dalam 2 Minggu

Date  : November 18 2009 : 00.00 WITA

Place: Guest Host Faizal, Makasar

Jadwal Penerbanganku selama Bulan November:

10 November <Balikpapan[Sepinggan]-Yogyakarta[AdiSudjipto]> Mandala Air

16 November <Yogyakarta[AdiSudjipto]-Balikpapan[Sepinggan]> Mandala Air

17 November <Balikpapan[Sepinggan]-Makasar[SultanHasanudin]> Merpati Air

Next <Makasar[SultanHasanudin]-Luwuk[?]>

Ada yang tau nama bandara di Luwuk? (Syukuran Aminuddin Amir) bukan yak…

 

 

DISINI, SETENGAH TAHUN YANG LALU

Tepat setengah tahun yang lalu aku menginjakkan kaki di kota Samarinda. Dan kini masih di Samarinda.

Bosen coy…

Posted in 1. 3 Comments »

99 Names of Allah

Al-Asmaaul Husna ( Arabic English Translation)
Prophet Muhammad (peace be upon him) said: ‘To God belongs 99 names, 100 minus 1, anyone who memorizes them will enter Paradise.

1 Allah (الله) The Greatest Name
2 Ar-Rahman (الرحمن) The All-Compassionate
3 Ar-Rahim (الرحيم) The All-Merciful
4 Al-Malik (الملك) The Absolute Ruler
5 Al-Quddus (القدوس) The Pure One
6 As-Salam (السلام) The Source of Peace
7 Al-Mumin (المؤمن) The Inspirer of Faith
8 Al-Muhaymin (المهيمن) The Guardian
9 Al-Aziz (العزيز) The Victorious
10 Al-Jabbar (الجبار) The Compeller
11 Al-Mutakabbir (المتكبر) The Greatest
12 Al-Khaliq (الخالق) The Creator
13 Al-Bari (البارئ) The Maker of Order
14 Al-Musawwir (المصور) The Shaper of Beauty
15 Al-Ghaffar (الغفار) The Forgiving
16 Al-Qahhar (القهار) The Subduer
17 Al-Wahhab (الوهاب) The Giver of All
18 Ar-Razzaq (الرزاق) The Sustainer
19 Al-Fattah (الفتاح) The Opener
20 Al-`Alim (العليم) The Knower of All
21 Al-Qabid (القابض) The Constrictor
22 Al-Basit (الباسط) The Reliever
23 Al-Khafid (الخافض) The Abaser
24 Ar-Rafi (الرافع) The Exalter
25 Al-Muizz (المعز) The Bestower of Honors
26 Al-Mudhill (المذل) The Humiliator
27 As-Sami (السميع) The Hearer of All
28 Al-Basir (البصير) The Seer of All
29 Al-Hakam (الحكم) The Judge
30 Al-Adl (العدل) The Just
31 Al-Latif (اللطيف) The Subtle One
32 Al-Khabir (الخبير) The All-Aware
33 Al-Halim (الحليم) The Forebearing
34 Al-Azim (العظيم) The Magnificent
35 Al-Ghafur (الغفور) The Forgiver and Hider of Faults
36 Ash-Shakur (الشكور) The Rewarder of Thankfulness
37 Al-Ali (العلى) The Highest
38 Al-Kabir (الكبير) The Greatest
39 Al-Hafiz (الحفيظ) The Preserver
40 Al-Muqit (المقيت) The Nourisher
41 Al-Hasib (الحسيب) The Accounter
42 Al-Jalil (الجليل) The Mighty
43 Al-Karim (الكريم) The Generous
44 Ar-Raqib (الرقيب) The Watchful One
45 Al-Mujib (المجيب) The Responder to Prayer
46 Al-Wasi (الواسع) The All-Comprehending
47 Al-Hakim (الحكيم) The Perfectly Wise
48 Al-Wadud (الودود) The Loving One
49 Al-Majid (المجيد) The Majestic One
50 Al-Baith (الباعث) The Resurrector
51 Ash-Shahid (الشهيد) The Witness
52 Al-Haqq (الحق) The Truth
53 Al-Wakil (الوكيل) The Trustee
54 Al-Qawiyy (القوى) The Possessor of All Strength
55 Al-Matin (المتين) The Forceful One
56 Al-Waliyy (الولى) The Governor
57 Al-Hamid (الحميد) The Praised One
58 Al-Muhsi (المحصى) The Appraiser
59 Al-Mubdi (المبدئ) The Originator
60 Al-Muid (المعيد) The Restorer
61 Al-Muhyi (المحيى) The Giver of Life
62 Al-Mumit (المميت) The Taker of Life
63 Al-Hayy (الحي) The Ever Living One
64 Al-Qayyum (القيوم) The Self-Existing One
65 Al-Wajid (الواجد) The Finder
66 Al-Majid (الماجد) The Glorious
67 Al-Wahid (الواحد) The One, the All Inclusive, The Indivisible
68 As-Samad (الصمد) The Satisfier of All Needs
69 Al-Qadir (القادر) The All Powerful
70 Al-Muqtadir (المقتدر) The Creator of All Power
71 Al-Muqaddim (المقدم) The Expediter
72 Al-Muakhkhir (المؤخر) The Delayer
73 Al-Awwal (الأول) The First
74 Al-Akhir (الأخر) The Last
75 Az-Zahir (الظاهر) The Manifest One
76 Al-Batin (الباطن) The Hidden One
77 Al-Wali (الوالي) The Protecting Friend
78 Al-Mutaali (المتعالي) The Supreme One
79 Al-Barr (البر) The Doer of Good
80 At-Tawwab (التواب) The Guide to Repentance
81 Al-Muntaqim (المنتقم) The Avenger
82 Al-Afuww (العفو) The Forgiver
83 Ar-Rauf (الرؤوف) The Clement
84 Malik-al-Mulk (مالك الملك) The Owner of All
85 Dhu-al-Jalal wa-al-Ikram (ذو الجلال و الإكرام) The Lord of Majesty and Bounty
86 Al-Muqsit (المقسط) The Equitable One
87 Al-Jami (الجامع) The Gatherer
88 Al-Ghani (الغنى) The Rich One
89 Al-Mughni (المغنى) The Enricher
90 Al-Mani(المانع) The Preventer of Harm
91 Ad-Darr (الضار) The Creator of The Harmful
92 An-Nafi (النافع) The Creator of Good
93 An-Nur (النور) The Light
94 Al-Hadi (الهادي) The Guide
95 Al-Badi (البديع) The Originator
96 Al-Baqi (الباقي) The Everlasting One
97 Al-Warith (الوارث) The Inheritor of All
98 Ar-Rashid (الرشيد) The Righteous Teacher
99 As-Sabur (الصبور) The Patient One Only One)

Find the source of this post . . .

asmaul-husna

konversi angka (multi-language)

Banyak sekali cara mengungkapkan angka dalam berbagai bahasa (baik bahasa nasional maupun internasional), dari segi penulisannya dapat dibedakan beberapa bahasa sebagai berikut:

Konversi Angka

Indonesia: nol, satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan,sembilan

Engish       : zero, one, two, three, four, five, six, seven, eight, nine

Arabian    : الصفر, واحد,اثنين, ثلاثة, أربع, خمسة, ستة, سبعة, ثمانية, تسعة

Chineese   : 零, 一個, 二,三, 四, 五, 六, 7, 8,九

Dutch         : nul,  een, twee, drie, vier, vijf, zes, zeven, acht, negen

French       : zéro, un, deux, trois, quatre, cinq, six, sept, huit, neuf

German     : null, eins, zwei, drei, vier, fünf, sechs, sieben, acht, neun

Italian        : zero, uno, due, tre, quattro, cinque, sei, sette, otto, nove

Spanish      : cero, uno, dos, tres, cuatro, cinco, seis, siete, ocho, nueve

Cukup sekian terjemahannya, capek gw. Kalo belum puas, bisa check di source langsung.

click here.

Liburan di kota Banjar

Liburan panjang pemilu yang diikuti dengan hari paskah (bagi umat kristen yang disibukkan dan umat lainnya ikut-ikutan merayakan liburan) banyak dimanfaatkan para perantauan seperti saya untuk pulang kampung alias ‘mudik’. Mereka lebih memilih ‘nyoblos‘ atau ‘nyontreng’ di kampung halaman daripada di tempat perantauan. Walaupun pada akhirnya pada ‘golput‘ karena di kampung juga tidak dapat kartu suara. Nah, moment seperti ini biasanya digunakan buat kumpul-kumpul juga bareng keluarga bagi mereka yang merayakannya. Dah mirip, libur lebaran saja.

Berbeda dengan kuli seperti saya ini, sudah tidak sempat mudik, disuruh libur lagi di tempat perantauan (over time ga ada, bro). Awalnya di kasih kabar bahwa liburan pemilu cuma dua hari, sabtu masuk lagi. Eh, ternyata liburan di perpanjang sampai minggu. Karena kita sudah kompak untuk ‘mbolos kerjo bareng-bareng‘. Wah, mendingan pulang dah kalau begini jadinya buat ketemu keluarga dan calon mertua.

Waktu pemilu sedang berlangsung, kita (saya dan rekan-rekan perjuangan saya) malah asyik download film (maklum, internet gratis, coy). Tadinya sih sudah ada niat buat ikutan pemilu, namun dikarenakan tidak adanya koordinasi yang baik dari pihak admin yang bertugas mengurusi kita-kita agar dapat kartu suara kita , apa boleh buat? dengan terpaksa dan penuh penyesalan kita ‘golput‘ saja.(mohon maaf sebesar-besarnya bagi para pejabat MUI bahwa fatwa Anda yang meng-klaim bahwa “Golput itu Haram” sudah saya langgar, semoga Alloh tidak tidur dan ngerti kondisi kita.

mancing di riam kananAlhasil, karena keinginan tidak terwujud, kita manfaatkan saja waktu liburan ini untuk bersenang-senang. Salah satu kegiatan senang-senang yang terealisasikan adalah pergi memancing. Dengan semangat membara kita ramai-ramai pergi meninggalkan kota Banjarmasin menuju Riam Kanan (salah satu waduk di kawasan KalSel). Nah, dsana kita menyewa sebuah perahu guna mengarungi luasnya waduk Aranio tersebut.

Setelah sekian lama tawar menawar akhirnya sepakat juga kita dengan empunya perahu. Harga rental sebuah perahu sekitar 150 ribuan sekali jalan sampe sore. Cukup mahal memang jika kita memandang perahu yang digunakan, tapi mengingat tujuannya bukan untuk naik perahu melainkan memancing, maka kita mengiyakan saja.

Nah, dimulailah pengalaman memancing pertama saya. Oh, iya sebelum tiba di tempat pemancingan, saya sudah membeli pancingnya, pancing yang jarang saya temui, di buat dari  beberapa bambu yang disusun dari besar dan di dalamnya mengecil yang bisa dipanjangkan. mirip antena radio saja, saya beli dengan harga 35 ribu. Wah, lumayan pengeluaran hari ini (besok puasa kita).

Kita mengarungi waduk tersebut dengan cepat, awalnya sih takut naek perahu, goyang-goyang, tapi asyik juga ‘digoyang, mang!!!’. Awalnya susah sekali mendapatkan ikan di tempat rawa-rawa penuh ganggang, sudah beberapa kali pancingku nyasar di ganggang-ganggang tersebut. Langsung saja kita order ke nahkoda kapal untuk pindah ke tempat lain. Di tempat yang baru ini berbeda sekali, ternyata ikannya cukup banyak di sini. Baru saja kail saya menyentuh keruhnya air waduk, langsung ‘breeet’ pelampungnya kayaknya ada yang narik tuh. Dengan sekali sendalan tarikan pelan namun penuh penghayatan akhirnya saya mendapat ikan. ‘Wah, ikan nila ini, manstap’.

Langit mulai gelap setelah cukup lama saya dan rekan-rekan saya memancing. Akhirnya kita memutuskan untuk segera berlabuh dan pulang ke Banjarmasin. Tidak terlalu mengecewakan hasil pancingan hari ini. Dalam perjalanan pulang kita banyak cerita tentang pancingan hari ini. Sesampai di guest host, di Citra Garden ikan tersebut kita taruh kulkas dan menunggu ibu koki kita yang biasa memasakkan sarapan untuk kita buat mengolah ikan-ikan tersebut.

–> to be continued . . .

Menikmati Teh Rosela Di Saat Kerja

roselaSuatu pengalaman yang unik dan menarik memang jika kita sedang berada di luar kota. Banyak sekali di temukan hal-hal baru yang sebenarnya sudah di ketahui banyak orang. Namun baru saya sadari saya baru tau kali ini, ga tau emang saya yang kurang informasi ataukah ga ada orang yang ngasih informasi ke saya. Salah satu contoh yang saya jumpai hari ini. Di saat saya dan rekan saya pergi ke site buat on air site 3G-nya Telkomsel di daerang Guntung Manggis, Kalimantan Selatan. Saya jumpai dsana penjaga sitenya adalah sepasang suami istri dari jawa juga. Wah, ternyata sekampung yak.

Usut punya usut mereka dah lama tinggal dsana dan saya lihat di pekarangan mereka banyak ditumbuhi pohon-pohon mirip sekali semak belukar dengan daunnya yang berwarna merah. Bunga apakah gerangan yang saya temui? Langsung saja saya memberanikan diri untuk menanyakan maksud kedatangan saya dan seperti ada udang goreng di balik kepiting rebus saos tiram saya menanyakan perihal bunga tersebut. Ternyata bunga tersebut adalah bunga ‘Rosela’. “Wah, apaan tuh?”, saya pengen tau lebih dalam lagi. Bunga ini sering di sandingkan dengan/tanpa teh sebagai penyedap. Banyak sekali manfaatnya sebagai obat-obatnya. Katanya sih banyak mengandung Calsium.

Saat saya coba ON AIR Node-B di site yang berada di samping rumahnya, saya dan rekan saya di hidangin segelas tiap kepala. “Waduh, Panasnya minta ampun!!!”, masak menjamu orang di kasih minuman yang masih mendidih. Kita teruskan kerjaan dan saat kerjaan dirasa hampir/sudah mendekati selesai kita mencoba merasakan hidangan tersebut. “MANTAP BRO”, ada rasa yang aneh dari teh ini. Warna merah, rasa agak asam manis alias kecut.

Nah, setelah saya surfing di internet ternyata rosela diambil dari bahasa Inggris; roselle. Bahasa arabnya adalah karkadeh dan bahasa latinnya Hibiscus sabdariffa. Banyak orang Indonesia mengira, bahwa teh ini berasal dari Mesir. Namun sebenarnya bunga hibiskus berasal dari daerah Asia Tenggara. Dari daerah ini, bunga hibiskus dibawa oleh kaum pedagang ke Afrika. Di Afrika, terutama di Mesir dan Sudan, teh karkadeh sangat digemari dan akhirnya sekarang boleh dibilang teh ini adalah teh nasional mereka. Dari masa perbudakan dahulu, mulailah orang Eropa mengenal teh hibiskus ini. Kini teh hibiskus banyak digunakan di Eropa sebagai bahan dasar pembuatan teh buah-buahan, karena warnanya yang merah pekat dan rasa masamnya yang menyerupai rasa buah.
Di Amerika Latin teh hibiskus juga sangat digemari. Mereka mengenal teh ini dengan nama “air Jamaika” atau “mawar Jamaika”.

Satu teh dengan berbagai macam nama!

In Memorial of DSP’ers 2003 (Galery)

Just Now, I thinks about it. How a great moment.

Here I’am Now

211Selasa, 24 Maret 2009 19.05 (WITA) aku sampai di Bandara Syamsudin Nur, Banjarmasin. Di depan bandara sudah ada yang menantiku. Saat pertama kali handphone aku hidupkan telepon tak kunjung berhenti berdering. Oh, rupanya mereka sudah menghubungiku dari tadi. Ada dua orang di luar sana. Seorang engineer RF dari subcon dan seorang driver yang sudah satu jam dari tadi menunggu kedatanganku.

“Sory, lama ya menunggu? saya masih nunggu barang nih. tolong tunggu bentar lagi yak!” begitu kataku. (Aku memang lagi nunggu barang, tapi sambil liat-liat pemandangan di bandara. Eh, kayaknya ada artis cakep tuh yang dari tadi ngliatin, Sial… dia naksin sama gw kayaknya). Tapi sayang, lupa namanya. Ga jadi dah minta nomer teleponnya.

Disinilah nantinya aku akan bergulat dengan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan teamku yang belum selesai selama hampir 1 tahun. Project yang sangat melelahkan ini memang sangat menyiksa waktu. Aku harus bepergian keliling Kalimantan khususnya bagian selatan buat on air kira-kira 30 site 3G buat operator gila.

Sesampai di guest host aku merasa tersesat, tak seorang pun yang aku kenali. Padahal kita masih satu kantor . Tapi ga pernah ketemu di Jakarta. Perlahan aku mulai tahap penyesuainku dengan rekan-rekan sekitar. Dari cerita-cerita mereka aku ketahui watak masing-masing dan harus bagaimana aku bersikap. Ah, repotnya berhubungan dengan orang banyak. Beginilah kerja borongan, serba rame-rame.

Tak terasa pagi begitu cepat berlalu, aku bangun kesiangan di hari pertamaku kerja di sini.

Damn, so fast, i need more time to adaptation.

Only Two Days Stay in Office

Pekerjaan sebagai seorang engineer kacangan di sebuah vendor kere memang sangat melelahkan. Sekali dapet project dengan perusahaan yang bisa dibilang salah satu operator terbesar di negeri ini, semua tenaga engineer di kerahkan dengan tanpa mengenal ampun. Bagaikan di isap dengan sekuat tenaga sampai ampasnya tanpa sisa. Capek bukan kepalang. Mak, kapan aku bisa ada waktu menemuimu untuk sekedar memelukmu dan menghilangkan rasa kangenku padamu? Maafkan aku keluargaku tercinta, ogut ga ada waktu luang buat kalian.

Baru saja dua hari di panggil dari Banten untuk kembali ke kantor dikarenakan memang load kerjaan tidak terlalu banyak dsana. Baru aja bisa menikmati hidup ini dengan keluarga tempat aku numpang di kawasan bekasi dan sekitarnya. Kok tiba-tiba ada requst dari PM buat pergi ke luar kota tepatnya ke Banjarmasin (Kalimantan Region).

Dengan sangat geramnya aku ungkapkan kemarahanku, kepadanya:

Wa kao… (Madarin) Damn… (English) Sialan… (Indonesia) Asem Tenan (Jowo Tulen)

Aku baru aja nyampe bos, belum ada laporan buat pekerjaanku di Banten, kenapa dikau usir diriku untuk meninggalkan keluargaku? padahal belum puas aku bertemu dengan keponakanku yang lucu-lucu, makan bakso di Ojolali, dan renang di pemukiman perumahan di perumahan bekasi. Wah pertanda apa gerangan?

Tapi, apa mau di kata, bos tetaplah bos. Dia yang punya kuasa atas hidup dan matiku di perusahaan ini.

OK, I will come to Banjarmasin…

Banjarmasin I’m coming, Just waiting for me? Don’t go anywhere!!!

(to be continued)

Go Back to Jakarta

Friday, March 20th 2009;

This day I come back to Jakarta after 4 month, work without holiday in Banten. It is time to enjoy my life now. There is no reason to work in Saturday and Sunday anymore and work until late of night. I can have much time for my family,  my friend and myself.

But, I heard that I will send to Manado (Damn!!!).